Pages

Minggu, 08 Mei 2011

Macetnya Banjarmasin (Next Jakarta)

Bicara kemacetan, siapa sih yang suka terjebak di tengah kemacetan. apalagi suasana panas yang sangat terik ditambah asap racun kendaraan, lengkaplah derita orang yang berkejibu ditengah kemacetan. Siapa coba yang tidak stres dan tidak kesal dengan kemacetan selain bikin penyakit (penyakit hati salah satunya karena orang bisa mengeluarkan kata-kata kotor dan sumpah serapah) dan juga waktu yang terbuang sia-sia tentu juga suka dibikin buat alasan orang-orang yang telat (yang ini dampak positifnya kali :D ). Well, biasanya ya kemacetan itu paling identik dengan ibu kota negara kita Jakarta. Tapi jangan salah virus ini malah mulai nampak di kota-kota besar salah satunya ya Banjarmasin. Banjarmasin hari ini di mana tingkat perekonomian masyarakat yang semakin membaik tentu berdampak lain dimana pertumbuhan mobil dan motor semakin melonjak naik. Kalau ditilik dari kacamata pengamat ekonomi ni tentu menggembirakan ditinjau dari tingkat perekonomian masyarakat. Tapi lihatlah, dibalik ekonomi yang meningkat mengakibatkan pertumbuhan akomodasi tranportasi yang pesat namun ruas-ruas jalan malah semakin sempit dan banyaknya parkir sembarangan biasanya mobil yang parkir di depan pertokoan menambah biang kemacetan. Pemerintah daerah kurang sigap dengan situasi ini dimana ruas jalaan tetap saja tidak ada perkembangan.
Seperti kita ketahuai Banjarmasin jalannya sempit-sempit dan yang terlihat lapang mungkin hanya di Jalan A. Yani mulai dari Km 3 dan Jalan Lambung Mangkurat. Mungkin jika situasi ini terus dibiarkan seperti ini mungkin tahun-tahun mendatang Banjarmasin akan menjadi next Jakarta. Dimana kemacetan sudah menjadi makanan wajib.
Kemacetan Banjarmasin memang belum terlalu parah seperti di Jakarta tapi hal ini tentu menjengkelkan. termasuk gue paling jengkel juga selain terlambat sampai ujuan dan juga paling ga nahan sama panasnya. banyak sekali memang apa saja penyebab kemacetan di Banjarmasin yang kian hari kian parah. selain memang juamlah kendaraan yang tidak sesuai denagn ruas jalan yang ada juga kuarang tertibnya masyarakat dalam berkendaraan bisa jadi kemacetan menjadi kian parah. kalau mau bukti lihat saja di lampu merah Sultan Adam atau Cemara, kemacetan disini sudah tidak bisa terelakkan diman kesadaran masyatrakat yang kurang juga ruas jalan yang sempit diperparah dengan truk-truk besar yang sering melintas di jalur ini. makannya gw paling males lewat jalur ini.
Jalan S. Parman akhir-akhir ini juga makin parah macetnya apalagi kalau jam berangkat kerja dan pulang kerja langganan sudah jalur ini menjadi macet hari minggu juga sering banget karena masyarakat Banjarmasin banyak yang pergi ke kondanagan. Mungkin karena jumlah kendaraan yang melintas di jalur ini banyak tapi ruas jalannya yang tidak sesuai. Kemacetan tentu tak dapat terelakkan di jalan ini assli paling males siang-siang panas-panas lewat jalan ini, sudah macet paling gersang lagi.
Bagaiman mengurai kemacetan kota Banjarmasin yang semakin parah? peran Pemda tentu sangat diharapkan bagaimana bisa memecahkan solusi dari masalah ini. Pembangunan jalan layang di kota Banjarmasin mungkin menjadi solusi dimana kini masyarakat Banjarmasin semakin ke 'darat' maksudnya lalu lintas sungai sudah tidak menjadi primadona, padahal lalu lintas sungai bisa menjadi solusi memecah kemacetan. Pembangunan jalan layang seperti kota-kota besar di Jawa memang masih digodok oleh Pemda karena wacana ini sejatinya sering dilempar kepublik, tapi kenyataannya sampai saat ini wacanaini masih sekedar wacana pepesan kosong.

1 komentar:

Zuliansyah mengatakan...

Hmmmm ....
Kayaknya di setiap daerah (sebut kota) hampir mengalami yang namanya kemacetan. Inilah kota, bukan desa. Kota yang dipenuhi dengan berbagai macam alat transfortasi dan setiap saat selalu terdengar suara bising dari alat-alat transfortasi ini.

Sebagai rakyat biasa yg tak punya daya dan upaya, kita hanya bisa berharap pemerintah bisa tanggap secepatnya utk mengatasi masalah ini.

(Next BBM)
hahahahaaaa

Posting Komentar